9/11/2012

tentang ku


Tidak Sejernih embun pagi
Di tempat ini aku merenung, memikirkan apa yang akan terjadi besok apakah akan ada hal menarik yang menanti atau tidak. Hanya gemericik air dan suara canda tawa teman temanku. Perlahan lahan malam mengusir sore yang cukup indah, dari kejauhan ada suara orang yang memanggil ku, yang ternyata itu adalah temanku. Ia mengajak ku pulang bareng, soalnya ia takut pulang sendiri. Di  jalan kami berbincang bincang tentang yang baru saja terjadi di sekolah. Ya begitulah pasti ada hal hal aneh yang terjadi disekolah, mulai dari perkelahian anatar kelas sampai kisah kisah misteri di sekolah.

Entahlah apa yang akan kalian pikirkan tentang kisah misteri di sekolahku, yang penting aku gak mau ceritain tentang begituan. Tak terasa kami berbincang bincang cukup lama, dan tak terasa juga aku sudah berada di depan rumahku, kami pun berpisah disini. Soalnya rumah temanku agak sedikit belok kesana, makanya kami berpisah. Aku pun masuk ke dalam rumah sambil  membuka kancing bajuku, setelah itu aku pun mandi. Sehabis mandi aku mengambil baju kokoh, soalnya aku mau ke mesjid. Terasa getaran di kantong celanaku yang menandakan ada sms masuk, berjuta pertanyaan dihati pun muncul, siapakah yang me’sms ku ini.?
Ternyata itu temanku yang mengajak ku untuk sholat, seperti biasa aku selalu di jemputnya di depan rumah ku. Saat aku meletakkan hp ku di kantong, suara sayup sudah memanggil ku di luar rumah, aku pun keluar. Ku kira yang menjemput ku cuman satu orang, eh ternyata banyak kata nya sih mau ngajakin aku jalan setelah sholat maghrib.

Perlahan tapi pasti jalan yang agak gelap kami lewati bersama, aku merasa hawa yang aneh seperti hawa di belakang sekolahku, tapi gak gini juga sih. Saat kami lewat jalan gang yang sempit, lampu pun pajah total. Saat menatap kedepan hanya gelap yang lagi nongkrong disana, saat dua sampai lima langkah berjalan suara orang ketawa pun muncul seperti suara Mr. kunti, otomatis kami pun berlari. Tak terasa kami berlari lampu pun sudah menyala dengan sendirinya, salah satu temanku pun bertanya apa yang terjadi di gang tadi itu, tapi aku tidak mehiraukan pertanyaannya, yang lagi ku pikirkan kenapa sih bisa terjadi seperti itu.

Suara azan pun berkumandang, menandakan sholat maghrib akan segera dimulai. Kami pun masuk bersama sama, dengan khusuknya kami sholat ber’imaman. Setelah itu kami zikir, dan diteruskan dengan berdoa bersama sama. Kami pun berangkat, rencananya kami akan kepasar malam biasalah anak anak sekarang sukanya nongkrong bersama. Namun saat kami hampir dekat wilayah pasar tepatnya kami berada di tempat parkir, kami malah di hadang anak anak pasar sana, namanya kan anak muda pasti ada saja musuh abadi yang selalu menanti buat dihajar. Karna mereka dekat dengan tempat parkir motor otomatiskan disitu ada helm, dan helm itu mereka pakai buat ngehajar kami. Kebayangkan gimana rasanya tu helm yang besarnya kaya buah duren sampe kena kepala, bisa hancur kepala gue. Karna mereka sudah mengatain kami, salah satu temanku pun sudah terbawa emosi. Temanku pun maju, dengan mengandalkan pendeng yang sudah terjuntai di tangan, ia sudah berlari dengan cepat dan meloncat sambil mengarahkan pendengnya ke muka musuhnya. Musuhnya pun terjembab jatuh ke pangkuan tanah yang berdebu, karna melihat teman mereka jatuh, mereka pun merespon nya dengan berlari ke arah kami. Karna mereka terlalu banyak kami pun lari, hanya cara itu saja yang bisa kami lakukan, agar bisa mengelak dari perkelahian. Rasa lelah dan haus itulah yang dapat kurasakan dari kepungan para anjing pasar# maksudnya anak anak pasar tadi. Karna sudah terlalu jauh dari mereka kami beristirahat di dekat taman kota, “langit ini terasa tidak indah bila tidak di hiasi butiran bintang” gumamku. Saat aku mengalihkan perhatian ku dari langit itu, aku menoleh ke arah jarum tiga, ya begitulah aku melihat seorang wanita yang juga melihat ku sambil mengumbar senyumnya kearah ku. Cukup indah bila dihayati, tapi aku teringat kata guruku ia bilang ”jangan pernah percaya pada pandangan pertama”. Karna aku terlalu lama menatap wanita itu rasa haus dan lelahku pun hilang dengan sendirinya, mungkin sudah ditakdirkan aku bertemu dengan wanita ini.

Tak terasa azan isya pun berkumandang, aku dan teman teman ku mencari masjid atau langgar yang terdekat, karna terlalu lelah berlari dan sholat. Aku pun tertidur di mesjid itu, namun saat bangunnya aku sudah berada dirumah. Kata teman teman ku sih aku dibawa pulang sama ayahku……karna hari ini aku turun sekolah, akupun bergegas mandi. Tak terasa hari ini adalah hari terakhir makan dan minum, karna besok sudah puasa bulan ramadhan, iklan di tv banyak bermunculan dari yang aneh sampe yang membuat ku harus nelen air ludah, maksudku bikin diri ku gak tahan mau buka.,,,

Dach dulu ya nanti aku sambung cerita ku di bulan ramadhan nanti.. pesanku cuman satu “Menulislah, disaat seseorang tak mau lagi mendengar perkataanmu” camkan itu.










readmore »»  

9/10/2012

Lajur hidupku



Lajur hidupku
Tak terasa pagi pun datang, perlahan lahan menghilangkan hawa dingin di pagi hari. Mata ini cukup berat untuk menatap ruangan kamar yang tidak terlalu luas namun, layak dipakai untuk tempat tidur sehari hari. Seperti sikap hari hari yang biasa tapi, tak ada yang tau apa yang terjadi pada diriku yang sebenarnya. Hanya ALLAH lah yang tau.

Detik demi detik berlalu, kamar ini mulai terasa panas bagiku. Karna waktu mulai berlalu, aku pun mulai menulis tentang hidupku yang keras dan kisah cintaku yang pedas dan mampu membuat meneteskan air mata #DRAMATIS maksudnya….

Dan inilah kisahku, lajur hidupku dimulai dari kebiasaan ku bangun pagi, mandi tinggal nyemplung ke bak mandi namun sebelumnya, kamar mandiku harus mendengarkan semua curaha hatiku. Di teruskan dengan makan, makan kabel listrik maksudnya agar hemat. Itu pun cukup untuk cadangan tenagaku disekolah, soalnya aku hidup dari batu batray ABC, bisa di CES. Tapi saat aku menoleh ke jam dinding, aku pun terkejut karna pembelajaran akan dimulai 10 menit lagi. Dengan kecepatan yang tinggi aku seperti meluncur kelangit yang ketujuh. Tapi tiba tiba wajahku terkena 18 tapak naga dari pa satpam. Aku pun masuk dengan wajah yang agak sedikit riang selalu….., namun menyimpan kisah yang agak dramatis lah.

Jam pertama pun dimulai tapi, aku bingung kemana semua orang, kenapa kelas ini sepi dan kenapa lagi aku tidak disambut apa semuanya tidak rindu padaku,,,,WOY….. kemana kalian,teganya mereka ninggalin aku disini, di tempat ini #daun-daun pun berjatuhan diterpa angin yang sejuk ini.. dramatis maksudnya. Sorry terbawa suasana tapi, memang benar hari ini beda dari yang lain….maksudny begini, setiap aku turun sekolah pasti ada saja yang negur aku tapi, kali ini tidak #kaya kota mati aja maksudku.

Tapi semua itu tetap tak kuhiraukan, aku harus tau kenapa teman teman ku hanya diam saja seperti tidak tau kehadiranku, dari kejauhan aku mendengar suara gemuruh diiringi hentakan kaki beberapa orang. Ternyata itu teman teman ku, aku pun memanggil mereka tapi mereka hanya diam saja seperti teman ku yang lain. Karna aku muak dengan ketidak wajaran sikap mereka aku pun, memukul pundak temanku tapi ia tidak respon, ia malah menjauhi ku. Saat aku berteriak mereka malah seperti tidak mendengar, aku pun merasa takut. Sepertinya aku berada di dunia ROH,,,!!!!. Tapi bila aku di dunia roh tidak mungkin dong aku bisa memukul pundak temanku tadi, terus mereka kenapa. Aku pun duduk dikelas mengikuti pembelajaran yang ada saat aku menulis salah satu huruf yang ada di papan tulis tapi, tidak disengaja aku salah tulis, otomatis pun aku harus minjam tip-ex pada temanku yg duduk di sampingku. Saat aku minjam tip-ex nya ia malah meminjam kan begitu saja tanpa ada kata sedikit pun, setelah menghapus beberapa kata aku pun mengembalikannya lagi, dan lagi lagi ia tidak berbicara. Sama halnya kawanku yang lainnya, tak terasa istirahat. Aku pun mengajak temanku untuk makan di kantin, tapi mereka masih gak respon. Sial mungkin aku lagi dikerjai oleh mereka, ya mungkin. Bel berbunyi, pak matematika yang agak ditakuti pun menghampiri # bayangin aja 3 jam MATEMATIKA, ditambah lagi gurunya yang agak,,susah digambarkan..mungkin karna tendangan saolin soccernya. Dengan hati yang ikhlas semuanya pun telah bisa dilewati. Dan akhirnya jam sholat zuhur telah tiba, dengan ini aku mengambil air wudhu, untuk menyucikan diri dari najis yang menempel di beberapa bagian anggota tubuh yang harus di wudhukan. Sesudah itu aku pun masuk dengan rombongan temanku, karna tidak di perdulikan teman temanku. Aku duduk paling pojok… dengan khusuknya aku sholat karna tidak ada yang mengganggu ku.

Selesai sholat, kami harus masuk kelas lagi untuk mengikuti pembelajaran yang terakhir, yaitu pak b.ingris. mudah saja bagiku karna guru b.ingris ini tidak terlalu rewel dan tak suka melakukan sepak terjangnya di dalam kelas, karna saking bosannya aku mendengarkan penjelasan guru ini, aku pun tertidur…………,
readmore »»